Informasi
Selamat datang di tabloid-infomedia.com * Ketua MPR Zulkifli Hasan: Tidak ada kemerdekaan dalam kemiskinan * KPK mengumumkan 22 orang anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka suap dan gratifikasi. Hingga kini, total ada 41 anggota DPRD Malang yang menjadi tersangka dari jumlah 45 anggota DPRD yang ada. Jumat (3/9) * Mantan Menteri Sosial Idrus Marham resmi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 pada Jumat (31/8/2018). * Jadi Tersangka, Ingatan Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Tak Stabil *

Berita

Pemalsu Aset Kodam IV Diponogoro Berhasil Ditangkap

tabloid-infomedia.com

(BANTUL) - Setelah dinyatakan menjadi daftar pencarian orang (DPO), Antoniu Toto Ridarto Djoned alias Joned, Warga Jl. Anggajaya II/999, Sanggrahan, Condongcatur, Depok Sleman. 

Ia pekerjaan sehari-hari sebagai tukang tambal ban, tersangka pemalsuan aset tanah milik Kodam IV/ Diponegoro, berhasil ditangkap oleh tim intelejen Korem 072/Pamungkas di rumah penduduk Srandakan, Bantul (17/4).
Hal tersebut, disampaikan Danrem 072/Pmk Brigjen TNI. M.Zamroni, dalam jumpa pers, di Aula Makorem, Yogyakarta.

Tertangkapnya warga sipil Toto alias Djonet bukan tanpa alasan, setelah melihat situasi demikian pihaknya membentuk tim khusus untuk pencarian. Menurutnya, pembentukan tim khusus di jajaran intelejen Korem 072/Pmk, untuk menguji sejauh mana kemampuan pasukan prajurit.” Saya tantang prajurit saya, masa di kota tidak bisa menemukan orang, di hutan Poso kawan prajurit mampu menemukan gerombolan yang bersenjata, meski taruhannya nyawa,sementara Toto warga sipil tak bersenjata tidak bisa ditangkap"? tantang M Zamroni.

Rupanya tantangan terjawab sudah, dalam waktu singkat tersangka ATR alias Joned pemalsu aset Kodam IV/Diponegoro dapat ditangkap tanpa melakukan perlawana. Aset Kodam terletak di jalan Kaliurang Km 5,8 Yogyakarta seluas 4000 meter2. “Selama dua hari kita melakukan operasi akhirnya tim intelejen Korem 072 berhasil menangkap tersangka pemalsu aset Kodam IV/Diponogoro di rumah penduduk Srandakan, Bantul, Yogyakarta. Oleh Bareskrim tersangka dinyatakan sebagai buron oleh Bareskrim Polri. M. Zamroni menyatakan sangat apresiasif dan bangga terhadap prajuritnya, yang dengan cepat merespon tantangan dan motivasi, memberikan reward dimana jajaran Korem secara mandiri berhasil menangkap hidup-hidup pemalsu aset tanah Kodam IV/Diponegoro. Sedangkan Kasubdit Direktorat Tindak Pidana Umum Mabes Polri, tim V Subdit Bareskrim Kombes Surawan SIK menjelaskan, tersangka setelah dinyatakan kalah ditingkat pra peradilan tersangka kemudian menghilang sehingga oleh Mabes ditetapkan sebagai TO. Atas perbuatannnya, tersangka diancam pasal 266 KHUP dengan hukuman 6 tahun penjara. (dyan/isan)