Informasi
Selamat datang di tabloid-infomedia.com * Ketua MPR Zulkifli Hasan: Tidak ada kemerdekaan dalam kemiskinan * KPK mengumumkan 22 orang anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka suap dan gratifikasi. Hingga kini, total ada 41 anggota DPRD Malang yang menjadi tersangka dari jumlah 45 anggota DPRD yang ada. Jumat (3/9) * Mantan Menteri Sosial Idrus Marham resmi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 pada Jumat (31/8/2018). * Jadi Tersangka, Ingatan Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Tak Stabil *

Berita

Pra Kongres Boemipoetra Nusantara Indonesia Bagian Barat

Jadilah Tuan Di Negeri Sendiri, NKRI Didirikan Dikuasai Bumiputera

Tabloid-infomedia.com

[JOGJA]. Perjuangan Bumiputra (sebutan lain untuk Pribumi) tidak hanya sebatas merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta membuktikan eksistensinya kepada masyarakat dunia bahwa Indonesia adalah Negara yang berdaulat, tetapi perjuangan melalaui forum-forum diplomasi dan konferensi hukum internasional. Salah satunya adalah diawali dengan Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957.

Hal tersebut disampaikan Prof.Dr, Ir.Sobar Sutisna, M.Srv.Sc dalam persiapan Pra Kongres Boemipoetra Nusantara Indonesia Bagian Barat di hotel Santika Premier, Yogyakarta, Senin (23/4).

Beberapa nara sumber, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santosa, Prof. Dr Maswadi Rauf, Dr.MD La Ode M.Si, Prof.Dr.Yusril Ihza Mahendra, Marzuki Alie, Se.MM.PhD, Dr Ichsanuddun Noorsy, Prof.Dr.Sobar Sutisna, Prof.Koeslan.
Menurutnya, NKRI adalah Negara kepulauan berciri Nusantara, dengan status dan hak-hak diatur dalam hukum internasional, sebagaimana terdapat dalam konvensi hukum laut PBB.Luas wilayah kedaulatannya lebih 5 juta km2, dimana terdapat 195 komunitas Etnik bangsa Indonesia (asli Bumiputera).

Jumlah penduduknya, pada saat telah mencapai 258 juta lebih dengan sekitar lima prosennya WNI non bumiputera. Status sospol bumiputera di era demokrasi belakangan ini diwacanakan kembali sebagai dampak dari amandemen konstitusi, di satu sisi membuka peluang munculnya putera daerah ke panggung politik nasional, namun disisi lain status social politiknya bisa kita ingin peran sospol Bumputera tidak sirna karena terjadinya pergeseran penguasaan geografi wilayah Indonesia kepada mereka yang non pribumi, karena Indonesia bukanlah Amerika Serikat, Indonesia bukanlah Australia dan Indonesia tidak ingin jadi Singapura.

Hasil sementara dari bahasan tersebut diantaranya, bangsa Indonesia asli telah behasil memperluas ruang hidup wilayah tanah air, Negara bangsanya dari hanya sekitar 2,3 juta Km2 menjadi sekitar 8,3 juta km2.Terjadinya pergeseran posisi strategis penguasaan geografis NKRI dari posisi silang ke poros maritim.Terjadinya pergeseran akses dari posisi penguasaan geografis baik bumi putera ke non pribumi, maupun dari entitas internasional, terjadi pergeseran pola rekrutmen kepemimpinan nasional dari WNI ber-tumpah darah ke WNI ber DNA Sisminduk.

Ditambahkan terjadinya perubahan strategi pembangunan dari statistic based ke geospasial based pembukaan aksebilitas spasial kepada seluruh penduduk termasuk komunitas terpencil termarginalkan di perbatasan.

Perubahan mampu merobah pola pikir pemimpin, bangsa kedepan, di segala lapisan bidang keahlian, sadar NKRI adalah disain sospol Bumiputera yang diraih melalui pengorbanan panjang, pertumpahan darah dan oleh otak pikiran Bumiputera pendiri bangsa. Bumiputera Jadilah Tuan di Negeri Sendiri. Karena NKRI didirikan , dimiliki dan harus dikuasai oleh Bumi putera. [Isan]

Tag

NKRI

Kongres